Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Juli 2013

Posted by macippa On 18.44
Bedakah GDP nominal dan GDP rill ? apakah beda cara mencarinya ?

GDP nominal mengukur nilai output selama tahun tertentu menggunakan harga yang berlaku selama tahun itu. Seiring waktu, tingkat umum harga naik karena inflasi, yang menyebabkan peningkatan GDP nominal bahkan jika volume barang dan jasa yang dihasilkan tidak berubah.
GDP rill mengukur nilai output dalam dua tahun atau lebih yang berbeda dengan menilai barang dan jasa disesuaikan dengan inflasi. Sebagai contoh, jika kedua yang “GDP nominal” dan tingkat harga dua kali lipat antara tahun 1995 dan 2005, “GDP riil” akan tetap sama. Untuk tahun ke tahun pertumbuhan PDB, “GDP riil” biasanya digunakan sebagai memberikan pandangan yang lebih akurat ekonomi.

“ GDP nominal “ dihitung dengan mengalikan jumlah output dengan harga pasar output (atau GDP nominal = P x Q).
Contohnya : pada tahun 2001 output negara tidak berubah, namun terjadi inflasi sebesar 10% sehingga harga produk A, B, dan C masing-masing naik sebesar 10%. Maka perhitungan GDP secara nominal untuk tahun 2001 nya adalah :

A = 1000 unit x $110 = $110.000
B = 2000 unit x $220 = $440.000
C = 3000 unit x $110 = $330.000 +
Total GDP $880.000
Total GDP $880.000
Melalui perhitungan GDP nominal, perbandingan antara tahun 2000 dan 2001 menunjukkan adanya pertumbuhan GDP sebesar 10%. Namun perlu diperhatikan bahwa output tidak berubah (yaitu unit output tetap sama dengan tahun sebelumnya). Pertumbuhan GDP sebesar 10% terjadi karena ada inflasi (kenaikan harga), bukan karena ada peningkatan jumlah output. Oleh karena itu, perhitungan GDP secara nominal dapat menimbulkan kesalahan dalam menentukan pertumbuhan ekonomi (GDP) suatu negara.
“ GDP riil “ menghitung GDP dengan mengalikan jumlah output dengan harga yang konstan, artinya tidak menggunakan harga pasar yang berlaku pada tahun tersebut. Harga konstan ini dapat ditentukan dengan menggunakan satu tahun dasar yang mana harganya dijadikan acuan.
Contoh : diasumsikan harga berdasarkan tahun dasar 2000. Maka selanjutnya kita perlu menghitung deflator harga untuk 2001, yaitu :
Deflator harga 2001 = GDP nominal / GDP riil (Q)
= 880.000 / 800.000
= 1,1

Setelah diketahui deflator harga tahun 2001, maka GDP riil dapat diketahui sebagai berikut :
GDP riil 2001 = GDP nominal 2001 / Deflator harga 2001
= $880.000 / 1,1
= $800.000

Sehingga diketahui bahwa GDP riil pada tahun 2001 ternyata sama dengan GDP tahun sebelumnya, artinya tidak ada pertumbuhan output. Negara-negara umumnya mengacu pada GDP riil ketika mereka menghitung dan mempublikasikan angka GDP-nya.
Pada perhitungan GDP, dapat juga ditemui terjadi pertumbuhan baik pada perhitungan GDP riil maupun nominal, namun GDP nominal tumbuh lebih banyak. Hal ini mengimplikasikan bahwa output nasional memang meningkat, namun disertai pula dengan inflasi.
Posted by macippa On 16.34


hari puasa pertama dan kedua saya sering cegukan lama banget, sampe perut sakit... akhirnya saya mencari solusi iseng2 saya publish di blog, chek this out.... :)

Penyabab dan Cara Cepat Atasi Cegukan - Apakah sobat pernah mengalami cegukan...??? Apa sih penyebab cegukan dan bagaimana cara mengatasi cegukan. Cegukan atau hiccup yang istilah medisnya singultus adalah kontraksi tiba-tiba yang tak disengaja pada diafragma, umumnya terjadi berulang-ulang setiap menitnya. Bila berlangsung sebentar saja, maka cegukan bukanlah masalah. Tetapi ternyata gejala ini dapat berlangsung lama, sehingga bisa menyebabkan insomnia, kelelahan, bahkan depresi bagi yang mengalaminya. Cegukan terlama tercatat di The Guinness World Records dipegang oleh Charles Osborne (1894-1991) dari Anthon, Iowa, Amerika Serikat. Cegukan tersebut dimulai pada tahun 1922 dengan frekuensi 40 kali per menit, melambat menjadi 20 kali, dan akhirnya berhenti pada bulan Februari 1990, dengan total waktu selama 68 tahun, ckckckc..bayangkan ...!

Penyebab cegukan
Penyebab dari cegukan ringan adalah: Penyebab paling sering pada kategori ini karena adanya regangan pada lambung. Selain itu, juga karena perubahan cuaca mendadak (misalnya dari dingin ke panas atau sebaliknya), makan tergesa-gesa, makan makanan yang terlalu panas atau dingin, meminum minuman beralkohol atau berkarbonasi, merokok terlalu banyak, atau mengalami stress.
Cegukan yang bersifat tetap/ permenen adalah : adanya gangguan di otak (misalnya gejala tumor di batang otak), gejala stroke (pada penderita stroke sering timbul cegukan), infeksi infeksi di susunan saraf pusat (otak), adanya herpes di dada sehingga mengganggu saraf tepi, selain itu juga karena gangguan metabolic seperti pada penderita diabetes, atau penderita kelainan ginjal karena uremia. Juga karena gangguan elektrolit (kurang kalium), termasuk pengaruh obat-obatan seperti steroid atau obat tidur.

Cara cepat mengatasi cegukan
Cara mudah menyembuhkan cegukan adalah menahan napas, minum segelas air dingin, atau makan sesendok gula.
Dengan meletakkan kantong kertas di depan mulut dan mencoba bernapas dari kantong kertas itu selama beberapa menit.
Dengan menahan napas selama mungkin, lalu menelan ketika cegukan dirasakan akan datang.
Dengan menahan napas selama mungkin kemudian keluarkan dan tahan selama mungkin. Atau dengan menahan napas dengan kepala tengadah.
Tidur berbaring dengan kedua lutut ditekuk ke arah perut. Lakukan beberapa saat hingga cegukan hilang.
Membungkuk sampai jari tangan dapat menyentuh ibu jari kaki selama 60 menit.
Dengan memegang lidah dengan jempol dan jari telunjuk kemudian tariklah ke depan secara perlahan.

Bila cegukan tidak hilang juga dalam beberapa jam atau bahkan hari, maka pertolongan medis seperti penggunaan obat-obatan sudah diperlukan. Beberapa obat yang dapat digunakan untuk menghilangkan cegukan diantaranya adalah chlorpromazin, metoclopramid, antikonvulsan (fenitoin, asam valproat, carbamazepin) atau dengan langsung berkonsultasi ke dokter.

Minggu, 07 Juli 2013

Posted by macippa On 00.13
Setiap orang memiliki tingkat kedewasaan yang berbeda dengan indikator yang berbeda pula. Berikut beberapa indikator untuk melihat sejauh mana tingkat kedewasaan kamu :

1. Tingkat kedewasaan yang tinggi.
Indikatornya : (1) Memiliki tujuan hidup yang realistik, (2) Mampu mengembangkan persepsi yang positif terhadap orang lain dan mencoba berintegrasi dengan keluarga sendiri secara mandiri, (3) mengembangkan kemampuan untuk mengemukakan dan mempertahankan pendapatnya sendiri, (4) mampu membangun hubungan dengan beberapa orang dewasa lainnya dalam masyarakat, (5) ikut berpartisipasi dengan orang dewasa dalm kegiatan kemasyarakatan, (6) mampu menerima konsekuensi/akibat dari kesalaham tanpa mengeluh dan mencari kambing hitam, (7) mampu memilih pekerjaan dan menentukan target sendiri tanpa bantuan orang lain, (8) mampu menghadapi kegagalan dengan sikap rasional dan berupaya mengatasinya secara baik.

2. Tingkat kedewasaan yang sedang.
Indikatornya : (1) ego-nya masih dipengaruhi orang dewasa lainnya atau oleh figur yang tidak nyata, (2) sikapnya belum ajeg antara alam dewasa dengan alam kanak-kanak, (3) memerlukan motivasi orang lain untuk melaksanakan pekerjaan, terutama pekerjaan-pekerjaan yang sulit yang memungkinkan gagal di tengah jalan, (4) cenderung tidak menerima nasihat orang lain dalam hal penggunaan materi untuk kebutuhan dirinya sendiri, (5) mudah mengurungkan niat untuk melakukan hal yang telah direncanakannya, apalagi bila situasi dan kondisi membuat hatinya tidak senang.

3. Tingkat kedewasaan yang rendah.
Indikatornya : (1) ego-nya masih dalam kendali orang tua atau orang dewasa lainnya, (2) menghabiskan waktu senggangnya dengan orang tua, (3) menerima otoritas orang dewasa lainnya dalam melaksanakan tugas-tugas, (4) selalu ingin ditemani keluarga bila bepergian jauh, (5) bersifat pemalu, (6) tidak mampu menjadi manusia yang mandiri dalam kehidupan bermasyarakat, (7) mengalami kesulitan dalam bergaul dengan orang dewasa lainnya akibat kesulitan memahami berbagai konsep dan paradigma yang berkembang di antara mereka.

Setelah membaca indikator-indikator diatas, masuk dalam katagori apakah kamu? Semoga kamu bisa menjadi seseorang yang lebih baik dan baik lagi dari apa yang telah orang lain pikirkan tentang anda.


SUMBER

Selasa, 25 Juni 2013

Posted by macippa On 20.46
Pada kesempatan ini saya ingin berbagi ilmu kepada teman-teman tentang cirri-ciri, kekuatan, dan kelmahan dari 4 pola dasar watak manusia. Tulisan ini bersumber dari beberapa artikel dan blog yang dapat saling melengkapi yang saya peroleh dari surfing di internet.
Ada banyak manfaat yang bisa kita peroleh apabila kita kita memahami cirri, kekuatan, dan kelemahan tiap pola dasa watak manusia, terutama saat kita berinteraksi dengan orang lain dalam berbagai situasi dan kondisi.
Dalam kehidupan rumah tangga, apabila kita kurang memahami watak dari pasangan kita, maka pasangan suami-istri sering bertengkar terus-menerus, Dengan memahaminya, maka kita akan sangat terbantu sekali. Kita dapat mengerti mengapa suami tiba-tiba sangat marah ketika meja kerjanya yang berantakan diatur rapi.
Kita juga dapat memahami mengapa istri kita tidak mau nendengar sedikitpun pendapat kita, tak mau kalah, cenderung mempertahankan diri, selalu merasa benar dengan pendapatnya dan makin sengit bertengkar kalau kita mau coba-coba untuk mengalahkannya. Seorang ibu pun tak perlu bingung dan pusing oleh watak keras kepala anak–anaknya apabila mampu memahami anak-ananknya.
Kita juga akan mudah memahami mengapa pegawai kita mudah berjanji dan mudah \ melupakannya, “Oh ya, saya lupa” katanya sambil tertawa santai.
Sebagai contoh, seorang pemimpin perlu memahami watak dari para pegawainya, sehingga mengetahui bagaimana harus memperlakukan pegawainya, dan mengetahui bagaimana cara motivasi para pegawainya agar kinerja mereka produktif dan sesuai yang diharapkan..
Florence Litteur, penulis buku terlaris “Personality Plus” menguraikan, ada 4 (empat) pola watak dasar manusia, yaitu sanguinis, melankolis, koleris, dan plegmatis.

SANGUINIS (Yang Populer)
Mereka cenderung ingin populer, ingin disenangi oleh orang lain. Hidupnya penuh dengan bunga warna-warni. Mereka senang sekali bicara tanpa bisa dihentikan. Gejolak emosinya bergelombang dan transparan. Pada suatu saat ia berteriak kegirangan, dan beberapa saat kemudian ia bisa jadi menangis tersedu-sedu.
Namun orang-orang sanguinis ini sedikit agak pelupa, sulit berkonsentrasi, cenderung berpikir `pendek’, dan hidupnya serba tak beratur. Jika suatu kali anda lihat meja kerja pegawai anda cenderung berantakan, agaknya bisa jadi ia sanguinis. Kemungkinan besar ia pun kurang mampu berdisiplin dengan waktu, sering lupa pada janji apalagi bikin rencana. Namun kalau disuruh melakukan sesuatu, ia akan dengan cepat mengiyakannya dan terlihat sepertinya betul-betul hal itu akan ia lakukan. Dengan semangat sekali ia ingin buktikan bahwa ia bisa dan akan segera melakukannya. Tapi percayalah, beberapa hari kemudian ia tak lakukan apapun juga.
Seorang sanguinis mempunyai kekuatan dan kelemahan sebagai berikut :
Kekuatan : suka bicara, antusias, ekspresif, ceria, penuh rasa ingin tahu, hidup di masa sekarang, mudah berubah (banyak kegiatan/keinginan), berhati tulus, kekanak-kanakan, senang berkumpul (untuk bertemu dan bicara), umumnya hebat di permukaan, mudah berteman dan menyukai orang lain, senang dengan pujian, ingin menjadi perhatian, menyenangkan dan dicemburui orang lain, mudah memaafkan (tidak menyimpan dendam), mengambil inisiatif/menghindar dari hal-hal yang membosankan, spontanitas, serta seorang yang demonstratif dan emosional.
Kelemahan : suara dan tertawa yang keras, membesar-besarkan suatu hal, susah diam, mudah dikendalikan oleh keadaan/orang lain (suka nge-Gank), sering minta persetujuan, RKP! (Rentang Konsentrasi Pendek), banyak bicara saat bekerja dan melupakan kewajiban, mudah berubah-ubah, susah tepat waktu jam kantor, prioritas kegiatan kacau, mendominasi,percakapan, suka menyela dan susah mendengarkan dengan tuntas, sering mengambil permasalahan orang lain menjadi seolah-olah masalahnya, egoistis, sering berdalih dan mengulangi cerita-cerita yang sama, serta konsentrasi ke “How to spend money” daripada “How to earn/save money”.

MELANKOLIS (Yang Sempurna)
Mereka agak agak berseberangan dengan sanguinis. Seorang melankolis cenderung serba teratur, rapi, terjadwal, tersusun sesuai pola. Umumnya mereka ini suka dengan fakta-fakta, data-data, angka-angka dan sering sekali memikirkan segalanya secara mendalam. Dalam sebuah pertemuan, orang sanguinis selalu saja mendominasi pembicaraan, namun orang melankolis cenderung menganalisa, memikirkan, mempertimbangkan, lalu kalau bicara pastilah apa yang ia katakan betul-betul hasil yang ia pikirkan secara mendalam sekali.
Orang melankolis selalu ingin serba sempurna dan ingin teratur. Karena itu jangan heran jika balita anda yang `melankolis tak `kan bisa tidur hanya gara-gara selimut yang membentangi tubuhnya belum tertata rapi. Dan jangan pula coba-coba mengubah isi lemari yang telah ia disusun, sebab betul-betul ia tata-apik sekali, sehingga warnanya, jenisnya, klasifikasi pemakaiannya sudah ia perhitungkan dengan rapi. Kalau perlu ia tuliskan satu per satu tata letak setiap jenis pakaian tersebut. Ia akan dongkol sekali kalau susunan itu tiba-tiba jadi lain
Seorang melankolis mempunyai kekuatan dan kelemahan sebagai berikut :
Kekuatan : analitis, mendalam, dan penuh pikiran, serius dan bertujuan, terjadwal, artistik, musikal dan kreatif, sensitif, mau mengorbankan diri dan idealis, standar tinggi dan perfeksionis, senang perincian, tekun, serba tertib dan teratur (rapi), hemat, melihat masalah dan mencari solusi kreatif (sering terlalu kreatif), kalau sudah mulai, dituntaskan, berteman dengan hati-hati, puas di belakang layar, menghindari perhatian, mau mendengar keluhan, setia, serta sangat memperhatikan orang lain.
Kelemaan : cenderung melihat masalah dari sisi negatif, murung dan tertekan, mengingat yang negatif dan pendendam, mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah, lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan, tertekan pada situasi yang tidak sempurna dan berubah-ubah, terlalu menganalisa dan merencanakan (if..if..if..), standar tinggi, hidup berdasarkan definisi, sulit bersosialisasi, sensitif terhadap kritik yang menentang dirinya, sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang), serta skeptis terhadap pujian).

KOLERIS (Yang Kuat)
Mereka suka sekali mengatur orang, suka tunjuk-tunjuk atau perintah-perintah orang. Ia tak ingin ada penonton dalam aktivitasnya. Bahkan tamu pun bisa saja ia suruh melalukan sesuatu untuknya. Akibat sifatnya yang `bossy’ sehingga orang koleris tak punya banyak teman. Orang-orang berusaha menghindar, menjauh agar tak jadi `korban’ karakternya yang suka `ngatur’ dan tak mau kalah itu.
Orang koleris senang dengan tantangan, suka petualangan. Mereka punya rasa, “hanya saya yang bisa menyelesaikan segalanya; tanpa saya berantakan semua”. Karena itu mereka sangat “goal oriented”, tegas, kuat, cepat dan tangkas mengerjakan sesuatu. Baginya tak ada istilah tidak mungkin. Seorang wanita koleris, mau dan berani naik tebing, memanjat pohon, bertarung ataupun memimpin peperangan. Kalau ia sudah kobarkan semangat “ya pasti jadi”, maka hampir dapat dipastikan apa yang akan ia lakukan akan tercapai seperti yang ia katakan. Sebab ia tak mudah menyerah, serta tak mudah pula mengalah.
Seorang koleris mempunyai kekuatan dan kelebihan sebagai berkut :
Kekuatan : seorang leader, pengambil keputusan, dinamis, aktif, sangat memerlukan perubahan, berkemauan keras dalam mencapai sasaran, bebas dan mandiri, suka tantangan, berprinsip “Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini”, solutif, praktis, dan bergerak cepat, mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus pada produktivitas, membuat dan menentukan tujuan, mau memimpin dan mengorganisasi, biasanya punya visi, serta unggul dalam keadaan darurat.
Kelemahan : tidak sabar dan cepat marah, senang memerintah, susah sedikit santai, menyukai kontroversi dan pertengkaran, terlalu kaku dan keras, tidak menyukai air mata dan emosi tidak simpatik, serta tidak suka yang bertele-tele, keputusan sering tergesa-gesa, banyak tuntutan pada orang lain, cenderung memperalat orang lain, menghalalkan segala cara demi tujuan, gila kerja, sulit minta maaf, mungkin selalu benar tetapi tidak popular.

PLEGMATIS (Cinta Damai)
Mereka tak suka terjadi konflik, karena itu disuruh apa saja ia mau lakukan, meski ia tidak suka. Baginya kedamaian adalah segalanya. Jika timbul masalah ia akan berusaha mencari solusi yang damai tanpa timbul pertengkaran. Ia mau merugi sedikit atau rela sakit, asalkan masalahnya segera selesai.
Kaum plegmatis kurang bersemangat, kurang teratur dan serba dingin, cenderung diam, kalem, dan kalau memecahkan masalah umumnya sangat menyenangkan. Dengan sabar ia mau jadi pendengar yang baik, tapi kalau disuruh untuk mengambil keputusan ia akan terus menunda-nunda. Kalau anda lihat tiba-tiba ada sekelompok orang berkerumun mengelilingi satu orang yang asyik bicara terus, maka pastilah para pendengar yang berkerumun itu orang-orang plegmatis. Sedang yang bicara tentu saja sanguinis.
Berurusan dengan orang plegmatis bisa serba salah. Ibarat keledai, “kalau didorong ngambek, tapi kalau dibiarin tiak jalan”. Jika kita punya pegawai plegmatis, anda harus rajin memotivasinya sampai ia termotivasi sendiri.
Seorang plegmatis mempunyai kekuatan dan kelemahan sebagai berikut :
Kekuatan : mudah bergaul, santai, tenang, teguh, sabar, pendengar yang baik, tidak banyak bicara, cenderung bijaksana, simpatik, baik hati, sering menyembunyikan emosi, kuat di bidang administrasi, cenderung ingin segalanya terorganisasi, penengah masalah yang baik, cenderung berusaha menemukan cara termudah,baik di bawah tekanan, menyenangkan dan tidak suka menyinggung perasaan, humoris,senang melihat dan mengawasi, peduli, serta mudah rukun dan damai
Kelemahan : cenderung tidak suka perubahan/kegiatan baru, takut dan khawatir, menghindari konflik dan tanggung jawab, keras kepala, sulit kompromi (karena merasa benar), terlalu pemalu dan pendiam, humor kering dan mengejek (sarkatis), kurang berorientasi pada tujuan, sulit bergerak dan kurang memotivasi diri, lebih suka sebagai penonton daripada terlibat, tidak senang didesak, serta suka menunda-nunda/menggantungkan masalah.
Setelah membaca uraian diatas, apakah sekarang anda sudah mengetahui anda masuk golongan apa?Lalu bagaimana dengan orang-orang terdekat anda, mereka masuk golongan apa? Jangan-jangan anda sekarang mulai mengerti mengapa suami-istri-anak-rekan anda berperilaku “seperti itu” selama ini. Dan anda pun akan tertawa sendiri mengingat-ingat berbagai perilaku dan kejadian selama ini.
Dalam diri manusia tidaklah memiliki waak yang identik seperti uraian diatas. Menurut Florence Litteur, dalam penelitiannya bahwa ternyata keempat watak itu pada dasarnya juga dimiliki setiap orang, hanya `kadar\nya. Oleh sebab itu muncullah beberapa kombinasi watak manusia, beberapa diantaransebagai berikut ini :
KOLERIS-SANGUINIS
Artinya kedua watak itu dominan sekali dalam mempengaruhi cara kerja dan pola hubungannya dengan orang lain. Di sekitar kita banyak sekali orang-orang koleris-sanguinis ini. Ia suka mengatur orang, tetapi juga senang bicara (dan mudah juga jadi pelupa).
KOLERI MELANKOLIS
Mungkin anda akan kurang suka bergaul dengan dia. Bicaranya dingin, kalem, baku, suka mengatur, tak mau kalah dan terasa kadang menyakitkan (walaupun sebetulnya ia tidak bermaksud begitu). Setiap jawaban anda selalu ia kejar sampai mendalam, sebab ia perfeksionis, tahu detail dan agak dingin.
Menghadapi orang koleris-melankolis, anda harus fahami saja sifatnya yang memang `begitu’ dan tingkatkan kesabaran anda. Yang penting sekarang anda tahu, bahwa ia sebetulnya juga baik, namun tampak di permukaan kadang kurang simpatik, itu saja.
PLEGMATIS-MELANKOLIS
Pembawaannya diam, tenang, tapi ingat semua yang anda katakan, akan ia pikirkan, ia analisa. Lalu saat mengambil keputusan pastilah keputusannya berdasarkan perenungan yang mendalam dan ia pikirkan matang-matang.
Banyak lagi tentunya kombinasi-kombinasi yang ada pada tiap manusia, tetapi yang penting adalah bagaimana memanfaatkannya dalam berbagai aktivitas hidup kita. Jika suami-istri saling mengerti sifat dan watak ini, mereka akan cenderung berusaha `memaafkan’ pasangannya. Lalu berusaha untuk menyikapinya secara bijaksana.
Dalam penerimaan pegawai untuk bidang-bidang yang membutuhkan tingkat ketelitian dan keteraturan yang tinggi, tempatkanlah orang-orang yang melankolis (yang sempurna). Untuk bagian promosi, iklan, resepsionis, MC, humas, wiraniaga, tentu tempatkanlah orang-orang sanguinis. Jangan posisikan orang-orang plegmatis di bagian penagihan ataupun penjualan, maka hasilnya pasti akan amat mengecewakan.
Manusia memang amat beragam. Muncul sedikit tanda tanya, diantara semua watak itu, mana yang paling baik?Jawabannya, menurut Florence, tak ada yang paling baik. Semuanya baik dan masing-masing pmempunyai kekuatan dan kelemaan tersendiri. Tanpa orang sanguinis, dunia ini akan terasa sepi. Tanpa orang melankoli, mungkin tak ada kemajuan di bidang riset, keilmuan dan budaya. Tanpa orang koleris, dunia ini akan berantakan tanpa arah dan tujuan. Tanpa orang plegmatis, tiada orang bijak yang mampu mendamaikan dunia.
Yang penting bukan mana yang terbaik, sebab kita semua bisa mengasah keterampilan kita berhubungan dengan orang lain(interpersonal skill). Seorang yang ahli dalam berurusan dengan orang lain, ia akan mudah beradaptasi dengan berbagai watak itu. Ia tahu bagaimana menghadapi sifat pelupa dan watak acaknya orang sanguinis, misalnya dengan memintanya untuk selalu buat rencana dan memintanya melakukan segera. Ia jago memanas-manasi (menantang) potensi orang koleris mencapai tujuannya, atau `membakar’ orang plegmatis agar segera bertindak saat itu juga. ”Inilah seninya”, kata Florence “dalam berinteraksi dengan orang lain”. Tentu saja awalnya adalah, “Anda dulu yang harus berubah”. Belajarlah jadi pengamat tingkah laku manusia…(lalu tertawalah)!

SUMBER



Posted by macippa On 17.51
Non Performing Financing atau NPF, seperti halnya Non Performing Loan /NPL bank konvensional, timbul karena masalah yang terjadi dalam proses persetujuan pembiayaan di internal bank, atau setelah pembiayaan diberikan. Namun, NPF dan NPL terjadi pada sistim yang berbeda. Sistim perbankan syariah memiliki faktor fundamental yang dapat menahan timbulya NPF agar tidak meluas; tetapi, sistim perbankan konvensional memberikan peluang yang lebih besar untuk terjadinya NPL.

Faktor fundamental yang melandasi transaksinya adalah sebagai berikut. Dari sisi aktiva neraca, bank syariah hanya mengenal kata “pembiayaan” sebagai kegiatan utamanya, dan tidak memberi pinjaman uang seperti pada bank konvensional. Pemberian pinjaman uang pada bank syariah bersifat sosial, dan tidak berbunga. Transaksi komersialnya dilaksanakan melalui jual-beli dengan akad murabaha, sewa-menyewa dengan akad ijarah, dan kerja sama menjalankan suatu bentuk usaha/bisnis dengan mudharabah atau musyarakah.

Pembiayaan tidak boleh mengandung riba, bersifat gharar dan maysir. Riba atau bunga, yang ditetapkan di muka terlepas apakah usaha menguntungkan atau merugi, jelas manambah risiko bisnis. Risiko yang lebih besar akan mendorong timbulnya NPL. Sebagai pengganti bunga, bank syariah mengfokuskan diri pada perolehan keuntungan dari transaksi bersama nasabahnya. Keuntungan dari usaha tidak ditetapkan di muka, tetapi tergantung pada realisasi nominal yang sesungguhnya. Pada akad muarabaha, misalnya, bank membelikan barang yang dibutuhkan, dan kemudian menjualnya kembali kepada nasabah dengan tambahan harga sebagai keuntungan bank. Nasabah dapat mengangsur pembeliannya itu kepada bank. Pada akad ijarah, bank menyewakan barang yang dibeli kepada nasabahnya. Pada akad mudharabah, bank sebagai shahibul mal menyediakan modal untuk membiayai usaha yang dijalankan oleh nasabah sebagai mudharib. Pada akad musharakah, bank dan nasabah membiayai dan menjalankan suatu usaha bersama-sama. Pada akad ini, perolehan keuntungan merupakan common interest bagi bank dan nasabah, yang kemudian akan dibagi berdasarkan nisbah yang ditentukan pada awal hendak bekerja sama. Kepentingan bersama ini dapat mendorong transparansi informasi yang lebih terbuka, dan mengurangi timbulnya moral hazard, bagi setiap pihak dalam bertransaksi, sehingga mengurangi risiko bisnis atau risiko pembiayaan/kredit bagi para pihak. Setiap akad tersebut mengandung unsur keadilan, yaitu keuntungan yang dihalalkan dan dibagi adalah yang merupakan kompensasi terhadap risiko usaha yang ditanggung bersama.

Prima kausa dari akad-akad tersebut adalah bukan uang, tetapi barang yang diperjual-belikan pada murabaha , atau barang yang disewakan pada ijarah, atau usaha di sektor riel yang diusahakan bersama pada mudharaba/musharakah. Prima kausa ini merupakan underlying transaction, namun bukan yang dilarang seperti alkohol atau makanan yang diharamkan. Prima kausa seperti itu membuat penggunaan dana bank dapat lebih terkontrol, dan dapat menekan risiko sidestreaming dana bank. Uang bersifat fungiable, atau bagaikan air, dan dapat dialirkan sekehendak debitor, dengan menyimpangi perjanjian kredit bank konvensional. Pada akad bank syariah, barang dan jasa/usaha harus dipastikan sejak awal, dan dana bank mengikuti alur barang dan jasa itu.

Gharar adalah sifat transaksi yang tidak jelas keberadaan atau karakteristik dari prima kausa-nya, seperti ikan di laut, atau memiliki risiko yang tidak perlu, atau salah satu pihak tidak memiliki pengetahuan yang cukup terhadap prima kausa atau transaksi itu; sehingga membuat kedudukan para pihak menjadi tidak seimbang. Maysir adalah sifat transaksi yang untung-untungan, atau bersifat judi. Perjudian sangat dilarang. Pembiayaan dengan prima kausa yang di luar sektor riel, seperti produk derivative, cenderung bersifat maysir; sekaligus menambah risiko menjadi lebih besar. Di tahun 1929-1930, pembiayaan (pembelian) saham yang meluas di Amerika merupakan penyebab utama timbulnya Depresi Besar di Negara itu. Harga saham bersifat fluktuatif dengan turun-naik secara random, atau disebut random walk, sehingga bersifat spekulatif. Tidaklah heran hal tersebut dapat terjadi, karena menurut Keynes, uang memang dapat digunakan untuk berspekulasi, selain untuk bertransaksi dan berjaga-jaga.

Di sisi pasiva neraca bank, dana masyarakat bukan berupa utang, melainkan titipan dengan akad wadiah, atau dana investasi dengan akad mudharabah. Dana masyarakat pada bank konvensional, di lain pihak, bersifat utang. Disini terlihat, bahwa bank syariah tidak mengunakan konsep leverage, yaitu menggunakan utang untuk memperbesar keuntungan; tetapi, menambah risiko bisnis atau kredit. Karena dana investasi selalu berjangka, kemungkinan run on the bank lebih kecil. Di lain pihak, bank dapat mensinkronisasikan risiko dan tingkat keuntungan antara akad mudharabah dengan pemilik dana atau shahibul mal (disini, bank bertindak sebagai mudharib), di sisi pasiva, dengan akad mudharabah dengan nasabah yang diberikan pembiayaan sebagai mudharib (bank sebagai shahibul mal), di sisi aktiva. Sinkronisasi ini dapat mengurangi risiko atau kerawanan bank.

Pada tataran makro, konsep fractional banking pada perbankan konvensional mendorong terciptanya “likuiditas akunting” atau kredit yang lebih besar. Likuiditas atau kredit ini, jika tidak dikontrol penggunaannya, dapat menyebabkan kegagalan bank, atau krisis perbankan/keuangan. Banyak krisis keuangan di dunia dimulai dengan liberalisasi keuangan demi menciptakan likuiditas yang lebih besar, untuk memperbesar pertumbuhan ekonomi; tetapi, kemudian mendorong terjadinya lending boom dan NPL yang besar pula. Pada akhirnya, setiap krisis itu menurunkan pertumbuhan ekonomi, dan menimbulkan pengangguran, utang yang menumpuk, serta beban keuangan yang besar bagi pembayar pajak. Oleh karena itu, dapat dikatakan pertumbuhan dengan memperbesar keran kredit cenderung menciptakan pertumbuhan yang semu.

Uang pada perekonomian Islam hanya sebagai alat perantara, bukan sebagai komoditas dengan harga berbentuk bunga seperti pada perekonomian kapitalistik. Uang pun hanya untuk memenuhi kebutuhan bertransaksi di sektor riel seperti yang wakilkan oleh persamaan Irving Fisher, atau disebut endogeneous money, dan tidak ditambah dengan jumlah kredit (uang). Perekonomian Islam menekankan pada perdagangan, karena Tuhan SAW menghalalkannya. Perdagangan meningkatkan produksi barang dan jasa, yang menciptakan lapangan kerja, dan kesejahteraan bagi umat. Bank syariah menekanan ‘pembiayaan’ prima kausa di atas, sehingga mendukung pertumbuhan sektor riel yang lebih hakiki.

Bank syariah berlandaskan pada Al-Qur’an dan Hadith Nabi SAW, sehingga dapat dikatakan sistim di mana NPF terjadi merupakan turunan dari ciptaan Tuhan SAW, yang tidak ada tandingannya. Namun, bagaimana sistim itu digunakan sangat tergantung pada para pelakunya. Penyebab NPF/NPL dari segi internal bank adalah sama, yaitu berkaitan dengan faktor pengetahuan/keahlian pembiayaan/kredit, profesionalisme dan integritas , dan kadar spiritualitas dari pejabat nya, corporate culture, credit/financing culture yang ada di institusinya, moralitas para pemimpinnya (moral leadership), serta reward & penalty system yang tepat. Dari segi proses, perlu melakukan pengecekan reputasi calon konsumen, due diligence & care, dan pengawasan pembiayaan/kredit internal. Penyebab terjadinya NPF/NPL setelah pembiayaan/kredit diberikan berada pada tataran nasabah, yang berkaitan dengan masalah kejujuran dan kepercayaan, kepiawaian dalam berbisnis, komitmen terhadap bisnis yang dijalani, dan komitment moral untuk menepati janji. Semua ini harus ditelaah sejak awal, baik oleh bank konvensional ataupun bank syariah, dengan menggunakan faktor internal tersebut.

Jika faktor internal itu diterapkan dengan intensitas yang sama di kedua kelompok bank, ceteris paribus, maka dengan sistim perbankan syariah, NPF cenderung terjadi lebih kecil, di bandingkan dengan NPL bank konvensional. Namun, jika faktor-faktor tersebut diterapkan dengan kadar Ketauhidan yang kental (pada bank syariah), NPF akan lebih rendah lagi (hho, 20/11/2011).



Tulisan ini telah diterbitkan pada Majalah Ekonomi Syariah Vol. 11, No. 2, 2012 M / 1433 H.

Senin, 24 Juni 2013

Posted by macippa On 18.03
Skripsi,adalah momok yang paling menakutkan bagi mahasiswa semester akhir….
Saya pikir hal yang menjadikan momok adalah kacamata mereka sendiri.
Inget nggak kalimat ”if you think you can, you can do it. If you think you can’t, that’s right” intinya dirimu adalah sesuatu yang kamu pikirkan…
guest…. Sugestikan kamu bisa KA-MU-PAS-TI-BI-SA. oke guess...

Balik ke topik utama. Skripsi. Apa sih skripsi? Buat apa skripsi? Kenapa kita diwajibkan buat skripsi? Mari kita cari tahu sedikit demi sedikit. Let’s see….

Kebetulan dosen yang mengampu mata kuliah metodologi penelitian adalah bapak Agus Wahyudin, beliau adalah Pembantu Rektor di bidang Akademis,jadi beliau ini bisa dibilang dedengkotnya yang menangani masalah akademis di kampus konservasi (Unnes) tercinta.
beliau menuturkan bahwa harapan beliau ketika mahasiswanya membuat skripsi, mahasiswa sudah paham betul maksudnya, sehingga belau menjelaskan dengan detail alasannya.

Pada awalnya sadar atau tidak pendidikan di indonesia dibagi menjadi dua…
Satu. Orang yang tujuan belajarnya akan terjun ke dunia secara teknis bekerja di perusahaan atau kantoran.tujuan lulusannya dipersiapkan untuk bisa langsung bekerja contoh pendidikan kursus, SMK,STAN. dan lembaga kursus, mereka yang belajar disana didik untuk dipersiapkan secara teknis di dunia pekerjaan.
Dua. orang yang gemar dalam dunia pendidikan, contohnya SMA,dan Universitas, institut.
obyeknya adalah ilmu,lulusannya dipersiapkan sebagai akademisi entah itu guru, dosen, ilmuan dan yang paling tinggi jabatannya adalah profesor. lulusan orang yang belajar di dunia akademis yang tujuan lulusannya sebagai seorang konseptor dan sebagai tenaga pendidik

Bagi orang yang memilih hidupnya setelah lulus untuk siap bekerja maka pilihlah sekolah yang memang mendidik lulusannya untuk siap bekerja dan lembaga tersebut tidak mewajibkan membuat skripsi, selanjutnya kebijakan tentang hal tersebut diserahkan di tangan lembaga pendidikan tersebut apakah akan diganti dengan TA atau yang lain. Peran mereka disini adalah sebagai penggerak, berkutat pada pekerjaan teknis dan berorientasi pada hal-hal yang bersifat lapangan

Sedangkan orang yang melanjutkan pendidikan dalam dunia akademis diwajibkan menyusun skripsi supaya dapat menerapkan ilmunya dalam permasalahan yang ada (ingetkan kalo skripsi itu ada gap/permasalahan sehingga skripsi mampu menjadi solusinya). Atau skripsi bisa menjadi sarana inovasi yang menciptakan ilmu baru. Sehingga lulusannya nanti akan menjadi para konseptor atau profesor.

masih bertanya mengapa harus bikin skripsi?
skripsi disusun secara sistematis supaya dapat menjadi sebuah solusi pada permasalahan yang ada sehingga dapat diterima sebagai ilmu. Apakah harus skripsi yang bisa menciptakan ilmu baru??? Masih ingetkan mata kuliah filsafat ilmu, perbedaan pengetahuan dan ilmu….
Pengetahuan adalah kebenaran yang terbukti dan sudah diakui kebenarannya. Sedangkan ilmu adalah pengetahuan yang terbukti secara ilmiah, tersistematis sehingga sudah tidak diragukan lagi kebenarannya. (skripsi lolos sensor nih buat masuk kriteria ini)

Skripsi sudah berlangsung sejak lama mengingat Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Tambahan Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 4301, Penjelasan atas Tambahan Lembaran Negara Nomor 78); Tujuan dari penulisan skripsi, tidak lain untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar dan memanfaatkan apa yang telah dipelajarinya.

fenomena saat ini memang pemerintah belum bisa mendisiplinkan pendidikan yang ada banyak lulusan yang bekerja tidak pada bidangnya, itulah yang disebut dengan salah ranah. Namun hal tersebut masih menjadi PR pemerintah. kita cukup memperbaiki diri dan berdoa. ~.~